Dr Tony Tan (71 tahun) adalah mantan Deputi Perdana Menteri dari 1995-2005. Dia juga pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan, Pendidikan, dan Kesehatan. Dr Tony Tan terakhir menjabat sebagai Ketua Singapore Press Holding (SPS) dan Wakil Ketua Perusahaan Investasi Pemerintah Singapura (GIC).
Tan Jee Say (57 tahun) adalah mantan pegawai sipil senior selama 11 tahun. Dia berkarir di Kementerian Perindustrian dan Perdagangan. Dia juga pernah menjabat sekretaris pribadi Mantan Perdana Menteri Goh Chok Tong. Jee Say merupakan kandidat partai oposisi Partai Demokratik Singapura pada pemilu parlemen Mei lalu. Namun, dia gagal memenangkan kursi parlemen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tan Kin Lian (63 tahun) adalah mantan Chief Executive officer (CEO) Perusahaan Asuransi NTUC Income. Dia berkarir di NTUC Income selama 30 tahun hingga mengundurkan diri tahun 2006.
Keempat kandidat masing-masing telah berkampanye selama satu kali. Ada pun kandidat harus memberikan deposit sebesar 48.000 Dollar Singapura (Rp 336 juta). Jika kandidat yang bersangkutan memperoleh suara di bawah 12,5 % maka deposit tersebut dinyatakan hangus.
Presiden Singapura menjabat sebagai kepala negara dengan masa jabatan 6 tahun. Tugas-tugas yang diemban tergolong seremonial. Akan tetapi, Presiden Singapura memiliki wewenang untuk menunjuk Perdana Menteri serta menolak pengangkatan Ketua Mahkamah Agung dan Jaksa Agung. Pemerintah Singapura juga membutuhkan persetujuan Presiden untuk menggunakan dana simpanan negara.
Penyelenggaran pilpres tahun ini adalah yang kedua kali dalam sejarah Singapura. Pilpres pertama digelar tahun 1993. Adapun pada tahun 1999 dan 2005 pemilihan tidak digelar disebabkan hanya ada satu kandidat tunggal yaitu Presiden Petahana S.R. Nathan. Presiden Nathan sendiri yang telah menjabat dua periode memutuskan tidak mencalonkan diri walaupun konstitusi tidak membatasi masa jabatan Presiden.
(asy/asy)











































