Kantor berita resmi China, Xinhua memberitakan, pada hari naas itu, pasien yang mengalami kecelakaan lalu lintas tersebut sedang menjalani operasi untuk mengamputasi salah satu bagian tubuhnya. Saat itulah, kobaran api muncul di ruang operasi.
Keluarga pasien yang menunggu di luar ruang operasi melihat enam staf rumah sakit termasuk, dokter-dokter, perawat dan ahli anestesi berlarian keluar dari ruangan. Pasien yang ketika itu tak sadarkan diri karena pengaruh obat bius, ditinggal seorang diri di meja operasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang kerabat keluarga pasien mengatakan, mereka kemudian mendapati pasien bernama Zhu itu telah meninggal tanpa ada luka bakar. "Api tidak menyebar ke seluruh ruangan di mana dia sedang dioperasi, dia tampaknya mati lemas," ujar pria itu.
Menurut juru bicara rumah sakit, para dokter dan perawat sedang diinterogasi oleh polisi dan dinas kebakaran atas peristiwa yang terjadi pada Rabu, 24 Agustus itu.
Namun presiden rumah sakit, Fang Yong mengatakan pada Xinhua, dokter dan perawat bertanggung jawab atas kematian pasien.
"Kami harus mengatakan bahwa staf kami telah keliru, dan tidak cukup profesional dalam memberikan pertolongan pertama yang memadai," cetus Fang.
Menurut Fang, kebakaran itu tampaknya dipicu oleh alat bernama ozone steriliser yang membunuh kuman-kuman. Para perawat sempat mencoba memadamkan si jago merah namun kobaran api meluas dengan cepat sehingga menyebabkan asap tebal memenuhi ruang operasi.
(ita/nrl)











































