Korban tersebut adalah Ernest James, pria berumur 40 tahun yang bekerja di lantai 88 menara utara gedung World Trade Centre (WTC). Pakar teknologi informasi itu termasuk satu di antara 2.753 orang yang dinyatakan tewas di WTC dalam peristiwa hitam itu.
James akhirnya berhasil diidentifikasi pekan ini oleh petugas-petugas forensik New York City yang terus bekerja untuk menguji jasad-jasad yang ditemukan. James berarti menjadi korban ke-1.629 yang berhasil diidentifikasi sejauh ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selama ada teknologi yang tersedia, para dokter telah berjanji bahwa mereka akan terus mencoba untuk mengidentifikasi orang-orang," ujar juru bicara tersebut seperti dilansir harian Inggris, Telegraph, Kamis (25/8/2011).
Mayoritas identifikasi tercapai dengan membandingkan DNA yang ditemukan di lokasi dengan sampel-sampel yang diambil dari darah keluarga atau barang-barang pribadi korban. Ratusan korban berhasil diidentifikasi melalui catatan gigi. Sedangkan enam korban teridentifikasi dengan tato di tubuh mereka.
Saat ini sebanyak 1.121 orang yang dilaporkan hilang di WTC belum bisa diidentifikasi jasadnya. Diperkirakan sebagian orang tetap tak akan teridentifikasi.
(ita/nrl)










































