Noman Benotman, seorang pemberontak senior menuturkan, istri Khadafi, Safiya, dan putrinya, Aisha, sekarang ini berada di 'sebuah negara demokratik di Eropa' bersama cucu-cucu Khadafi, untuk mengambil keuntungan dari 'hukum HAM yang liberal' dan mencari suaka.
"Saya diberitahu Aisha dan ibunya meninggalkan Libya dengan cucu-cucu Khadafi. Mereka pergi dua bulan lalu, pergi lewat Tunisia ke Eropa. Saya tahu di negeri mana mereka tapi saya tidak bisa membocorkannya dengan alasan keamanan," ujarnya pada media Inggris, Evening Standard, edisi Rabu (23/8/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Benotman yang berhubungan erat dengan pemimpin pemberontak di Benghazi, Libya timur, adalah orang yang pertama kali mengumumkan bahwa putra-putra Khadafi, Saif dan Mohammed, telah dibebaskan oleh pasukan loyalis Khadafi.
Benotman menambahkan, "Saif dan Mohammed masih tetap di Tripoli untuk memerangi pemberontak dan saya mendapat info, putranya yang lain, Al Saadi telah meninggalkan Tripoli menuju Libya selatan."
Sebuah rekaman video dramatis yang diunggah di internet diduga menggambarkan pemberontak Libya sedang menyerang rumah Aisha Khadafi. Gerombolan bersenjata menjarah furnitur dengan gerobak dorong. Tak ada tentara yang berjaga di kompleks itu.
Aisha yang mendapat julukan "Claudia Schiffer dari Afrika Utara" karena rambut pirang panjangnya, dikenal dekat dengan ayahnya. Pengacara 36 tahun sering mengejek Barat lewat serangkaian pidato menantangnya selama 6 bulan perang sipil.
Pada April 2011, ia mengatakan Presiden Obama "tidak mencapai apa-apa" dan mengejek Hillary Clinton karena tidak meninggalkan suaminya, Bill, setelah perselingkuhannya dengan Monica Lewinsky.
Mengenakan celana jins ketat dan sepatu Gucci, kala itu dia berkata: "'Mengapa kau tidak meninggalkan Gedung Putih ketika Anda mengetahui tentang kecurangan suami Anda?"
Aisha, yang belajar hukum di Paris, bekerja pada tim pembela Saddam Hussein di pengadilan di Irak.
(nrl/vit)











































