Seperti dilansir CNN, Rabu (24/8/2011) sesaat setelah gempa, helikopter National Park Services (NPS), pengelola monumen di AS, menginspeksi Monumen Washington.
Inspeksi yang kedua menguak adanya retakan yang dekat pada ujung monumen batu itu. Para insinyur sipil sedang mencari cara untuk memperbaiki tugu tersebut sebelum dibuka untuk umum.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"NPS mengevaluasi struktur untuk meyakinkan bahwa secara struktur monumen-monumen itu aman dan kuat bagi seluruh pengunjung. Monumen Washington, karena kerumitan strukturnya, akan tetap ditutup sampai pemberitahuan lebih lanjut," ujar NPS dalam situs nps.gov hari ini.
Pemeriksaan awal menunjukkan bahwa Monumen Washington secara struktur cukup kuat. Monumen Washington akan dibuka kembali kecuali untuk lapangan dan tugunya.
"NPS akan melanjutkan inspeksi pada interior Monumen sebelum diputuskan dibuka kembali untuk publik," imbuh NPS.
Sementara monumen yang bisa dibuka kembali setelah gempa adalah Monumen Lincoln, Monumen Jefferson, Menara Kantor Pos Tua, Monumen Martin Luther King, Jr, Monumen Franklin Delano Roosevelt, Monumen Perang Dunia II, Monumen Perang Vietnam dan Korea.
Selain tugu Monumen Washington, ditemukan juga retakan pada Smithsonian Castle, markas yayasan pengelola museum-museum di Amerika Serikat (AS).
Berikut bangunan-bangunan landmark Washington DC dan kondisinya pasca gempa Virginia:
- Katedral Nasional Washington: 3 dari 4 puncak Katedral hancur, tampak retakan pada struktur bangunan gereja. Bangunan ditutup untuk umum.
- Monumen Washington: Ditutup. Ditemukan retakan pada puncaknya.
- Museum-museum Smithsonian: Ditutup, diinspeksi kerusakannya. Terdapat retakan kecil, kaca-kaca Smithsonian Castle, yang dibangun pada tahun 1857, pecah.
Sedangkan landmark di Washington DC, seperti Gedung Putih dan monumen-monumen lain tidak ditemukan kerusakan.
(nwk/nrl)











































