Demikian menurut laporan global mengenai terorisme yang dirilis Departemen Luar Negeri (Deplu) Amerika Serikat seperti dilansir kantor berita harian Malaysia, The Star, Selasa (23/8/2011).
"Kepolisian Kerajaan Malaysia bekerja sama secara erat dengan komunitas internasional dalam upaya-upaya kontra-terorisme dan perwira-perwiranya menerima pelatihan dalam berbagai keahlian kontra-terorisme," demikian laporan Deplu AS tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun menurut laporan terorisme Malaysia 2010, negeri itu telah digunakan sebagai tempat transit dan perencanaan untuk teroris-teroris dan tetap rentan akan potensi aktivitas teroris sebagai akibat dari lemahnya pengawasan perbatasan dan adanya celah dalam keamanan maritim.
Sementara itu, Wakil Sekjen Kementerian Dalam Negeri Malaysia Datuk Abdul Rahim Mohd Radzi mengatakan, empat warga asing dan empat warga Malaysia telah ditahan berdasarkan ISA pada Juni lalu karena terlibat dalam perdagangan manusia.
Menurut Rahim, sindikat perdagangan manusia diyakini terlibat dalam mendatangkan lebih dari setengah juta pekerja asing ke Malaysia. Penangkapan itu dilakukan menyusul diberlakukannya sistem biometrik bagi warga asing yang masuk ke negeri itu sejak 1 Juni lalu.
(ita/nrl)











































