"Sejak 22 Agustus 2011, pemerintah Tunisia menutup pintu perbatasan Ras Jedir, hingga waktu yang akan ditentukan kemudian sebagai langkah antisipasi merebaknya konflik dan kemungkinan terjadinya penyeberangan pihak-pihak yang bertikai dari Libya ke wilayah Tunisia," kata staf KBRI Tunisia, M Yazid kepada detikcom, Selasa (23/8/2011).
"Militer Tunisia di perbatasan memberlakukan siaga penuh," imbuh Yazid.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sejak Senin 22 Agustus, sekitar pukul 10 malam waktu Tunisia (pukul 4 pagi WIB), KBRI Tunis telah kembali membuka posko di kota Djerba, yang berdekatan dengan pintu perbatasan Tunisia-Libya di Ras Jedir," cetus Yazid.
KBRI Tunis juga telah mengirimkan Tim Evakuasi ke perbatasan untuk mengantisipasi kemungkinan masuknya WNI dari Libya dan mengawasi situasi di perbatasan dari dekat. Selain itu, terus meningkatkan koordinasi dan kerjasama dengan instansi-instansi Tunisia terkait seperti pihak imigrasi dan Komandan Militer Ras Jedir.
"Koordinasi dan kerjasama dengan badan-badan internasional seperti United Nations High Commissioner for Refuges (UNHCR), International Organization for Migration (IOM), NGO ADRA dan Bulan Sabit Merah di perbatasan Ras Jedir terus ditingkatkan," katanya.
KBRI Tunis dan Kedubes Thailand di Tripoli juga melakukan kerjasama untuk memantau dan memberikan perlindungan bagi WNI yang berada di Tripoli. Sampai saat ini, diketahui sebanyak 19 WNI masih berada di Libya. KBRI Tunis memastikan keseluruhan WNI tersebut dalam keadaan aman.
(irw/nrl)











































