Sejumlah wartawan yang ada di Tripoli, termasuk koresponden AFP, mengakui melihat sosok Saif al-Islam berada di kompleks markas Khadafi di Tripoli. Padahal sebelumnya pihak Mahkamah Pidana Internasional menyebut bahwa anak Khadafi berusia 39 tahun tersebut telah ditangkap dan ditahan di suatu tempat.
"Saya di sini untuk membantah kebohongan," tegas Saif al-Islam merujuk pada kabar penangkapan dirinya, seperti dilansir AFP, Selasa (23/8/2011).
Tiga orang wartawan, termasuk AFP, dibawa dengan menggunakan mobil oleh utusan rezim Khadafi, diundang ke markas Bab al-Azizya. Mereka menyaksikan Saif al-Islam tiba dengan menggunakan mobil di depan gedung kompleks tersebut. Saif disambut belasan pendukungnya yang juga melambaikan foto dirinya dan sang ayah, juga bendera Libya.
Sebelumnya, pemberontak mengklaim telah menangkap tiga putra pemimpin Libya Muammar Khadafi. Ketiga putra Khadafi yang ditangkap itu adalah Saif al-Islam dan Al-Saadi serta Muhammad, putra sulung Khadafi yang dikabarkan menyerahkan dirinya ke pihak oposisi.
Dari ketiga putra Khadafi itu, Saif al-Islam adalah yang paling sering diberitakan. Saif disebut-sebut telah ditangkap dan berada di tempat yang aman. Pengadilan Kejahatan Internasional atau International Criminal Court (ICC) bahkan telah mengeluarkan surat perintah penangkapan dirinya atas dakwaan kejahatan perang.
Putra Khadafi lainnya, Muhammad, adalah pemilik perusahaan yang mengoperasikan seluruh telepon seluler dan satelit di Libya. Dia juga menjadi kepala Komite Olimpiade Libya. Sedangkan Al-Saadi merupakan panglima pasukan khusus Libya. Dia dituding telah memerintahkan militer untuk menembaki para demonstran tak bersenjata di Kota Benghazi di awal pergolakan di Libya.
(nvc/nrl)











































