Obama Dorong Khadafi Serahkan Kekuasaan Secara Resmi

Obama Dorong Khadafi Serahkan Kekuasaan Secara Resmi

- detikNews
Selasa, 23 Agu 2011 08:22 WIB
Chilmark - Presiden Amerika Serikat, Barack Obama mendorong Muammar Khadafi untuk segera menyerahkan kekuasaannya secara resmi. Obama juga mengingatkan para pemberontak bahwa perjuangan mereka belum berakhir.

"Libya yang layak bagi kalian kini ada dalam jangkauan," ujar Obama dalam pernyataannya kepada publik di sela-sela masa berliburnya di Martha's Vineyard, Massachusetts, AS, seperti dilansir AFP, Senin (22/8/2011).

Obama secara khusus menyampaikan pesan terhadap para pemberontak Libya, atas berakhirnya rezim Khadafi. Obama mengingatkan bahwa 'tantangan besar' masih menghadang rakyat Libya dalam menentukan pemerintahan baru pengganti rezim Khadafi yang berlangsung selama 4 dekade.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pasca rezim Khadafi berakhir, Obama bahkan bersumpah bahwa AS akan menjadi 'teman dan mitra' Libya di masa mendatang. Libya diharap mampu melalui masa transisi dengan baik menuju ke arah lebih demokratis.

"Situasi saat ini masih sangat cair. Masih banyak ketidakpastian, dan masih ada sisa-sisa rezim yang mencoba melawan," tutur Obama.

"Meskipun sudah jelas bahwa pemerintahan Khadafi telah berakhir, Khadafi masih memiliki kesempatan untuk mengurangi pertumpahan darah dengan menyerukan pasukan-pasukan yang terus berjuang untuk berhenti dan meletakkan senjatanya demi Libya," imbuhnya.

Terhadap para pemberontak, Obama juga mengingatkan pentingnya transisi yang dilakukan secara damai, inklusif, dan adil. Keberadaan Dewan Transisi Nasional Libya menunjukkan bahwa semua hak-hak rakyat Libya dihormati.

"Keadilan sejati tidak akan datang dari kekerasan dan pembalasan, melainkan datang dari rekonsiliasi dan sebuah pemerintahan yang memberi kebebasan rakyatnya untuk menentukan nasib mereka sendiri," ucap Obama.

"Dalam upaya itu, Amerika Serikat akan menjadi teman dan mitra," tegasnya. Obama juga menjanjikan akan memenuhi kebutuhan kemanusiaan rakyat Libya mengingat selama ini persediaan logistik dalam masa kritis.

(nvc/her)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads