"Era Khadafi telah berakhir," ujar Pemimpin Dewan Transisi Nasional Libya, Mustafa Abdel Jalil dalam konferensi pers di Benghazi, Libya timur, seperti dilansir AFP, Senin (22/8/2011).
Lebih lanjut, Abdel Jalil berharap agar Khadafi bisa ditangkap hidup-hidup untuk selanjutnya menjalani proses hukum di pengadilan. Diketahui bahwa sebelumnya Mahkamah Pidana Internasional telah mengeluarkan surat perintah penangkapan atas Khadadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Abdel Jalil menyebut bahwa momen kemenangan sebenarnya diraih saat Khadafi berhasil ditangkap. Sementara saat ini tidak diketahui keberadaan pemimpin Libya selama 4 dekade tersebut.
"Momen kemenangan yang sebenarnya adalah ketika Khadafi berhasil ditangkap," tambahnya.
Kendati demikian, Abdel juga mengakui bahwa belum seluruh wilayah Tripoli berada di bawah kendali pasukan pemberontak. Masih ada sedikit kekuatan pasukan pro-Khadafi di Tripoli, hanya saja dalam kondisi yang sangat 'lemah'.
"Ada sejumlah kekuatan pasukan Khadafi yang mencoba melawan. Dan pasukan pemberontak masih harus melakukan satu dorongan kuat untuk menguasai Bab al-Azizyah (diduga lokasi markas Khadafi)," ujar salah satu koresponden Al Jazeera, Zeina Khodr.
Seperti diberitakan Al Jazeera, Senin (22/8/2011), baku tembak dan pertempuran antara pemberontak dengan pasukan pro-Khadafi yang pecah pada Senin di sejumlah wilayah Tripoli, berujung pada terdesaknya pasukan pro-Khadafi. Wilayah persembunyian Khadafi di Bab al-Azizyah juga dilaporkan ikut terdesak.
Namun sayangnya keberadaaan Khadafi sendiri pasca pertempuran tersebut tidak diketahui pasti.
(nvc/ndr)










































