Presiden Suriah Ingatkan Barat Tidak Ikut Campur

Presiden Suriah Ingatkan Barat Tidak Ikut Campur

- detikNews
Senin, 22 Agu 2011 11:27 WIB
Presiden Suriah Ingatkan Barat Tidak Ikut Campur
Damaskus - Mendapat kecaman dari negara-negara Barat, Presiden Suriah Bashar al-Assad pun geram. Dia mengingatkan bahwa negaranya tak akan mentolerir intervensi asing atas konflik Suriah.

Menurutnya, kerusuhan antipemerintah yang meluas di negeri itu telah menjadi kian tak terkendali sehingga perlu diambil tindakan tegas.

Assad saat ini gencar mendapat seruan dari negara-negara Barat untuk mengundurkan diri. Seruan itu disampaikan menyusul operasi pasukan Suriah untuk memberantas para demonstran antipemerintah yang telah memulai aksi unjuk rasa mereka sejak lebih dari 5 bulan lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Assad bahkan juga memerintahkan tank-tank tempur untuk menyerbu kota-kota yang merupakan basis demonstran antipemerintah. Menurut PBB, sekitar 2 ribu warga sipil telah tewas akibat kekerasan yang dilakukan pasukan Suriah terhadap demonstran.

Sejauh ini belum ada negara yang menyerukan tindakan terhadap Suriah seperti yang dilakukan pasukan NATO terhadap pasukan Khadafi. Namun AS dan Eropa telah mendesak Assad untuk mengundurkan diri. Washington bahkan telah menerapkan sanksi-sanksi baru.

"Menyangkut ancaman aksi militer.... setiap tindakan terhadap Suriah akan memiliki konsekuensi yang lebih besar (bagi mereka yang melakukannya), lebih besar dari yang bisa mereka tolerir," cetus Assad pada stasiun televisi Suriah seperti dilansir kantor berita Reuters, Senin (29/8/2011).

"Menyangkut situasi keamanan, itu telah menjadi lebih militan dalam beberapa pekan terakhir," kata Assad. "Kami mampu mengatasinya... saya tidak khawatir," imbuhnya.

Oposisi telah menolak janji-janji reformasi politik yang telah disampaikan Assad. Bahkan banyak figur oposisi yang menolak seruan Assad untuk mengadakan dialog nasional. Ditegaskan bahwa dialog nasional tak akan pernah terjadi sementara pasukan Suriah terus membunuhi demonstran.


(ita/fay)


Berita Terkait