Seperti diberitakan Reuters, Minggu (21/8/2011) para pemain langsung ngacir mencari perlindungan ke ruang ganti. Sementara para penonton bertiarap di sekitar bangku stadion.
Padahal saat itu tengah berlangsung pertandingan antara Santos melawan Monarcas Morelia yang baru memasuki menit ke-40. Skor masih 0-0, namun akhirnya pertandingan dibatalkan sepenuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kementerian Pertahanan Meksiko kemudian mengeluarkan pernyataan tentara tidak terlibat dalam insiden tersebut dan baru datang setelah kejadian. Seorang polisi terluka akibat penembakan. Sementara sekitar 20.000 orang di dalam stadion tidak ada yang terluka. Sejauh ini tidak ada penahanan.
Penembakan ini diduga kuat terkait dengan aksi sindikat narkoba yang merajalela di negara itu terutama di bagian utara. Namun sejauh ini tidak jelas apakah penembakan itu terkait dengan kelompok kejahatan terorganisir.
Insiden pada Sabtu waktu setempat atau Minggu (21/8) itu adalah pertama kalinya pertandingan sepakbola divisi utama sampai harus dihentikan terkait aksi kekerasan di masa kepemimpinan Presiden Felipe Calderon. Calderon sejak akhir 2006 memang menyatakan perang terhadap kartel narkoba yang telah menewaskan sekitar 42.000 warga.
(fay/vit)











































