Kejar Militan, Pesawat Israel Tewaskan 3 Polisi Mesir

Kejar Militan, Pesawat Israel Tewaskan 3 Polisi Mesir

- detikNews
Jumat, 19 Agu 2011 14:06 WIB
Kejar Militan, Pesawat Israel Tewaskan 3 Polisi Mesir
Rafah - Tiga polisi Mesir tewas ketika sebuah pesawat Israel menembakkan roket ke dekat perbatasan Mesir. Ketiganya tewas terkena roket yang diarahkan ke para militan yang sedang diburu militer Israel menyusul serangan-serangan yang menewaskan 7 warga Israel pada 18 Agustus kemarin.

Menurut seorang pejabat militer Mesir kepada kantor berita resmi MENA seperti dilansir News.com.au, Jumat (19/8/2011), korban jiwa berjatuhan ketika pesawat Israel menggempur dekat kota Rafah yang berbatasan dengan wilayah Jalur Gaza.

"Sebuah pesawat Israel mengejar para penyusup di sisi lain perbatasan sampai mereka mencapai Rafah dan menembaki mereka. Ada beberapa anggota Keamanan Pusat saat itu dan mereka terkena tembakan," ujar pejabat tersebut kepada MENA.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut pejabat lainnya, insiden itu terjadi di sebelah selatan Rafah, di sepanjang perbatasan dengan Israel. Pesawat penyerang tersebut adalah Apache yang telah dikerahkan untuk memburu para militan yang melancarkan serangan terhadap warga Israel kemarin.

Sebelumnya pada 18 Agustus kemarin, tujuh warga Israel tewas dalam serangkaian serangan terhadap bus-bus dan kendaraan lainnya di Israel selatan. Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengingatkan para militan akan membayar dengan sangat mahal jika menyerang warga negara Israel.

Dalam serangan-serangan yang terjadi di Eilat, Israel selatan itu, beberapa pria bersenjata membakar dua bus dan sebuah mobil. Setelah itu terjadi dua serangan lainnya terhadap dua kendaraan lain yang hancur dihantam bom dan granat. Tujuh warga Israel tewas dalam peristiwa itu.

Tak lama setelah kejadian itu, Angkatan Udara Israel melancarkan serangkaian serangan terhadap target-target di Gaza selatan. Enam orang tewas dalam serangan udara tersebut, termasuk pemimpin-pemimpin gerakan Popular Resistance Committees (PRC).

(ita/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads