Mubarak sebelumnya diterbangkan dengan helikopter dan diangkut dengan ambulans menuju gedung pengadilan di Akademi Kepolisian di pinggiran Kairo, ibukota Mesir. Ribuan polisi antihuru-hara beserta beberapa kendaraan lapis baja ditempatkan di luar sidang untuk mencegah bentrok antar pengunjung pro-Mubarak dan anti-Mubarak.
Namun meski telah dijaga ketat, bentrokan sempat terjadi. Keributan dan aksi pelemparan batu sempat terjadi antara kelompok pendukung dan penentang Mubarak. Menurut kantor berita AFP, Senin (15/8/2011), lima orang luka-luka ringan dalam insiden itu.
Dalam sidang pembuka pada 3 Agustus lalu, Mubarak yang sedang sakit juga muncul dengan terbaring di tempat tidur rumah sakit. Saat itu, Mubarak mengaku tidak bersalah atas dakwaan pembunuhan berencana pada demonstran antipemerintah. Mubarak dan kedua putranya juga mengaku tak bersalah atas dakwaan korupsi.
Mubarak saat ini ditahan di rumah sakit militer di pinggiran Kairo. Kemunculan Mubarak di persidangan pekan lalu mengejutkan banyak warga Mesir yang menyaksikan secara langsung persidangan tersebut di stasiun televisi pemerintah Libya. Banyak warga yang tak menyangka akan melihat Mubarak dibawa ke pengadilan.
Pengacara Mubarak Farid al-Deeb telah meminta hakim untuk memanggil 1.600 saksi, termasuk pejabat-pejabat tinggi militer. Jika terbukti bersalah, Mubarak terancam hukuman mati.
(ita/nrl)











































