Najib Tolak Beri Keterangan untuk Kasus Sodomi Anwar Ibrahim

Najib Tolak Beri Keterangan untuk Kasus Sodomi Anwar Ibrahim

- detikNews
Jumat, 12 Agu 2011 19:04 WIB
Najib Tolak Beri Keterangan untuk Kasus Sodomi Anwar Ibrahim
Kuala Lumpur - Pengacara pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim tak berhasil mendapatkan informasi apa pun dari Perdana Menteri (PM) Malaysia Datuk Seri Najib Tun Razak dan istrinya, Datin Seri Rosmah Mansor, terkait kasus sodomi kliennya. Sebabnya, PM Najib dan istri kompak menolak memberi keterangan.

Salah seorang hakim di Pengadilan Malaysia memerintahkan Najib dan saksi kunci lainnya untuk menjalani wawancara dengan tim pengacara Anwar Ibrahim. Namun, sang hakim juga menyebutkan bahwa Najib dan para saksi kunci lainnya tidak diwajibkan memberikan informasi apa pun. Demikian seperti diberitakan AFP, Jumat (12/8/2011).

Siang ini, Najib dan istrinya tiba di Kompleks Pengadilan Jl Duta, Kuala Lumpur. Mereka diwawancarai oleh tiga pengacara Anwar: Karpal Singh, S.N. Nair, dan Datuk Param Cumaraswamy. Namun, ternyata wawancara tersebut hanya berjalan singkat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu pengacara Anwar, Sankara Nair, menggambarkan, pertemuan yang berlangsung selama 5 menit tersebut sebagai pertemuan yang 'ramah'. Namun, dia juga mengungkapkan penolakan PM Najib dan istrinya untuk memberikan keterangan.

"Saya tidak ingin menjadi saksi yang membela. Saya tidak bersedia diwawancara. Itu pilihan saya," ujar Sankara menutip pernyataan PM Najib.

Dia menambahkan, Rosmah Mansor juga memberikan pernyataan senada dengan suaminya. Dengan demikian, pengacara Anwar tidak berhasil mendapatkan informasi apapun dari PM Najib dan istrinya.

"Kami sangat kecewa karena kami tidak memperoleh informasi apapun," ucap Sankara.

Anwar Ibrahim (64), dalam aplikasi yang diajukan pada 26 Juli dan 1 Agustus lalu, telah meminta izin kepada pengadilan untuk mewawancarai 15 saksi yang ditawarkan tim penuntut. Saksi-saksi itu termasuk Najib dan istrinya.

Mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia ini dituduh menyodomi seorang pemuda yang pernah menjadi asistennya, Mohd Saiful Bukhari Azlan, pada 2008 silam. Anwar bersikeras membantah tuduhan tersebut dan menyebut kasus ini sebagai rekayasa politik oleh pemerintah Malaysia.

Azlan pernah mengatakan bahwa dirinya bertemu dengan Najib sebelum membuat laporan ke polisi mengenai sodomi tersebut. Karena itulah tim pembela Anwar meminta izin ke pengadilan untuk meminta keterangan dari Najib.

(nvc/irw)


Berita Terkait