Banyak yang tak menyangka Laura Johnson akan terlibat aksi kriminal tersebut. Apalagi gadis itu berasal dari keluarga kaya. Orangtuanya adalah direktur perusahaan konsultan marketing Avongate.
Johnson merupakan mahasiswi Bahasa Inggris dan Italia di Exeter University, sekolah tinggi terpandang di London. Pada Rabu, 10 Agustus lalu, gadis itu tampil di Pengadilan Bexleyheath dan dituntut atas dakwaan pencurian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika terbukti bersalah, pihak universitas akan memberhentikan Johnson dari studinya. "Kami akan menunggu hasil persidangan kasus," kata juru bicara universitas seperti dilansir AFP, Jumat (12/8/2011).
Di persidangan, gadis Inggris itu mengaku tidak bersalah atas lima dakwaan perampokan. Dia mendapatkan pembebasan dengan jaminan. Dia akan kembali diadili pada 21 September mendatang.
Teman-teman kuliah Johnson tidak menyangka gadis tersebut akan terlibat penjarahan. "Laura adalah orang yang paling tidak mungkin terlibat dalam hal seperti ini," ujar seorang teman Johnson, Alexander Elliot-Joahill.
Dikatakannya, Johnson sering meraih nilai bagus untuk mata kuliahnya.
(ita/nrl)











































