Bayangan perempuan meloncat dari sebuah flat saat api melalap toko furnitur House of Reeves, yang bertetangga dengan flat, menjadi gambar ikon kerusuhan yang merobek Inggris. Saat itu, belum diketahui identitas si peloncat itu. Tapi setelah rusuh berakhir, media Inggris berhasil mengungkap wanita itu yang tak lain adalah Monika. Demikian diberitakan koran Inggris, Daily Mail, Kamis (11/8/2011).
Sebelum meloncat, pekerja toko 32 tahun dari Polandia itu hanya bisa mematung saking takutnya mati, saat api mulai berkobar. Untungkah saudara perempuannya, Beata, berteriak kepadanya untuk segera meloncat ke jalan yang ada di bawah flat. Adegan meloncat yang dramatis itulah yang berhasil diabadikan pemotret dan menghiasi media Inggris.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Monika bercerita, dia pikir dia akan mati di flat sewaannya di area konservasi di pusat Croydon, London selatan, pada Senin (8/8) malam saat perusuh membakar bangunan di sekitarnya.
"Itu mengerikan. Saya terjebak di dalam flatku, tidak ada jalan keluar bagi saya. Saya pikir saya akan mati. Saya pikir saya akan mati terbakar," cerita Monika pada temannya seperti dilansir Daily Mirror.
"Flat itu semakin panas dan lebih panas dan ketika saya mencoba untuk melarikan diri keluar dari pintu depan, luar biasa panas," katanya. Meski lepas dari maut, tak urung peristiwa itu membuat Monika menarik diri dan depresi.
(nrl/vit)











































