Meski apa yang telah menimpanya, Haziq bertekad untuk menyelesaikan studi akuntansinya di London. Padahal keluarganya telah menyuruhnya pulang ke Malaysia.
Haziq yang mendapatkan beasiswa itu baru tiba di London pada bulan Juli lalu. Dia berniat untuk menyelesaikan studinya yang akan berlangsung dua tahun tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya ingin ibu saya datang ke sini dan melihat saya. Saya telah berbicara padanya, dia sangat khawatir. Dia ingin saya pulang. Saya menolak," kata Haziq kepada wartawan saat dirinya meninggalkan rumah sakit.
Ketika ditanya bagaimana perasaannya mengenai orang-orang yang menyerangnya, Haziq berujar: Saya kasihan pada mereka. Tapi itu benar-benar menyedihkan karena di antara mereka ada anak-anak, itu sangat menyedihkan. Itu sangat mengejutkan," cetusnya.
Adegan perampokan yang dialami Haziq sempat direkam dengan video amatir yang kemudian diunggah ke YouTube. Video tersebut dengan cepat menjadi sensasi internet dan telah dilihat hampir 3 juta kali. Gara-gara meluasnya video tersebut, kepolisian Inggris telah menjadikan kasus tersebut sebagai prioritas. Sejauh ini satu orang tersangka telah ditangkap.
(ita/nrl)










































