Pihak Kepolisian Inggris memperingatkan bahwa ekstremis sayap kanan bisa saja 'membajak' patroli yang dilakukan warga dalam menjaga lingkungannya dari penjarah. Tujuan mereka yakni memprovokasi masyarakat kepada kekacauan yang lebih besar. Demikian dilansir dailymail.co.uk, Kamis (11/8/2011).
Pelaksana tugas Komisioner Kepolisian Metropolitan Inggris, Tim Godwin menyebut, English Defence League (EDL) dan British National Party (BNP) sebagai organisasi yang mungkin mengambil keuntungan dari situasi Inggris saat ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Godwin mengingatkan warga Inggris akan kemungkinan adanya provokasi dari situasi tersebut, terutama dengan menambahkan isu-isu kekerasan rasial. Timbul kekhawatiran bahwa masyarakat akan terpancing oleh aksi-aksi para ekstremis tersebut.
"Saya khawatir ada kelompok-kelompok di luar sana seperti EDL dan BNP yang mencoba membajak dan menyebabkan ketegangan lebih hebat di masyarakat. Mereka adalah kelompok-kelompok bermotif politik yang memiliki agenda khusus," ujar Godwin.
"Saya tidak memiliki masalah dengan kelompok masyarakat yang mencoba melindungi harta benda atau pun tempat ibadah mereka," imbuhnya. Namun, Godwin mengingatkan bahwa polisi akan bertindak lebih tegas kali ini.
"Polisi akan menangkap siapa pun yang melakukan tindak kriminal, tidak peduli apakah mereka menjarah atau pun melakukan hal-hal yang melanggar hukum," tegas Godwin.
Pada Rabu (10/8) malam, petugas Kepolisian sempat terlibat bentrok dengan puluhan pria paruh baya di jalanan distrik Eltham, London tenggara. Sekitar 300 petugas Kepolisian yang tengah berpatroli di distrik tersebut bertemu dengan gerombolan pria paruh baya, sekitar 60 orang yang diduga anggota EDL tengah berkumpul dan minum-minum bir di alun-alun kota. Mereka juga meneriakkan, "Kami cinta Inggris."
Saat mencoba membubarkan kerumunan tersebut, polisi malah dilempari botol. Setelah melakukan pengamanan, gerombolan tersebut akhirnya bisa dibubarkan dan diusir dari alun-alun kota.
(nvc/nrl)










































