Polisi berusaha mempertahankan kondisi London tetap kondusif sepanjang Rabu (10/8) malam dengan mengerahkan 16 ribu personel.
Sepanjang Rabu kemarin, polisi berhasil menangkap 150 pria di wilayah Eltham, London selatan, yang dicurigai sebagai perusuh. Sedangkan pada Selasa (9/8), tiga pria keturunan Asia tewas ditabrak sebuah mobil ketika tengah mengamankan lingkungannya dari para penjarah di Birmingham. Atas kondisi ini, PM Cameron menyatakan pemerintah harus bertindak aktif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PM Cameron menegaskan, "Tidak akan membiarkan budaya ketakutan terus bertahan di jalanan." Dia juga menyebutkan bahwa penambahan petugas kepolisian hingga 16 ribu personel di London demi membendung aksi kekerasan dan kriminal semakin meluas.
"Kami saat ini memiliki rencana darurat dengan menyiagakan water cannon selama 24 jam," imbuh Cameron. Selain itu, polisi juga telah diinstruksikan untuk menggunakan peluru karet dan tongkat pemukul dalam menghadapi para perusuh.
PM Cameron bahkan memberikan pernyataan keras soal pemuda-pemuda yang terlibat kerusuhan dan penjarahan di Inggris.
"Melihat anak-anak muda berlarian di jalanan, memecahkan kaca jendela, mengambil barang-barang orang lain, menjarah, dan kemudian tertawa saat mereka pergi - masalah yang ada hanyalah kurangnya tanggung jawab, kurangnya pengasuhan orang tua yang tepat, kurangnya pendidikan yang baik, kuranganya etika, kurangnya moral. Ini yang perlu kita ubah," tegas Cameron seperti dilansir telegraph.co.uk.
Water cannon sendiri sebelumnya pernah digunakan dalam menangani konflik antar sekte di wilayah Irlandia Utara. Namun, water cannon sama sekali belum pernah digunakan di wilayah daratan Inggris.
Parlemen Inggris hari ini akan menggelar rapat luar biasa membahas kerusuhan yang semakin meluas ke luar London ini. PM Cameron juga turut hadir dalam rapat parlemen ini. Selain itu, PM Cameron juga dijadwalkan mengikuti rapat darurat keamanan yang juga digelar Kamis (11/8) waktu setempat.
Sedangkan tiga pengadilan di Inggris tetap beroperasi sepanjang Rabu (10/8) malam untuk menyidangkan ratusan perusuh dan penjarah. Polisi di Manchester bahkan telah menahan dua perusuh di penjara, mereka ditahan masing-masing selama 16 minggu dan 10 minggu. Sejak kerusuhan pecah di Tottenham pada Sabtu (6/9) lalu, polisi telah berhasil menangkap lebih dari 1.100 orang yang diduga terlibat kerusuhan dan penjarahan di seluruh wilayah Inggris.
(nvc/nrl)











































