Ashraf Haziq, pemuda berumur 20 tahun itu baru tiba di Inggris bulan lalu. Saat kejadian, mahasiswa akuntansi itu sedang mengayuh sepedanya untuk membeli makanan buat berbuka puasa ketika dirinya diserang oleh sekelompok anak muda di daerah Barking, sebelah timur London.
Sepedanya dibawa lari oleh seorang anak laki-laki yang menurut Haziq berumur sekitar 12 tahun. Sementara yang lainnya merebut telepon selulernya. Haziq kemudian dianiaya oleh kelompok pemuda bersenjatakan pisau itu. Haziq pun tak sadarkan diri setelah dipukuli dan ditendang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Beberapa dari mereka masih sangat muda dan kemungkinan masih di Sekolah Dasar," tuturnya.
Ketika tersadar, Haziq yang berdarah-darah mendapati dirinya telah dikerumuni sekelompok orang. Dia pun dibantu untuk berdiri oleh seorang pria namun kemudian pria-pria lainnya membuka tas ranselnya dan membawa kabur barang-barangnya termasuk game console Sony PSP.
Adegan perampokan itulah yang diunggah ke YouTube dan telah menjadi sensasi internet di mana sekitar dua juta orang telah melihatnya dalam beberapa hari saja.
Dzuhair Hanafiah, ketua organisasi yang mengurus warga Malaysia di London, mengatakan pada BBC bahwa Haziq ditolong oleh seorang wanita lokal yang membawanya ke rumahnya. Wanita Inggris itu berhasil menghubungi seorang teman Haziq lewat Facebook-nya, yang kemudian datang dan menjemput Hazjiq.
Dikatakan Hanafiah, Haziq akan menjalani operasi untuk memperbaiki rahangnya yang patah akibat penyerangan sekelompok orang tersebut. Haziq akan dioperasi di rumah sakit Royal London Hospital.
Menurut hanafiah, Haziq kaget atas apa yang dialaminya dan ingin agar keadilan ditegakkan. "Dia ingin keadilan ditegakkan. Dia harap polisi akan bertindak. Tak ada barang-barang miliknya yang ditemukan," kata Hanafiah.
(ita/nrl)











































