Mereka adalah warga yang mencoba mengamankan lingkungan masing-masing dari para perusuh. Dengan bergerombol maupun membawa 'senjata' seadanya, mereka mengantisipasi datangnya para perusuh ke wilayah masing-masing.
Ratusan warga Sikh yang berbaju tradisional khas dengan sorban, berkumpul di jalan-jalan di depan gurdwara (tempat ibadah) maupun kuil-kuil yang ada di distrik Southhal, London barat. Aksi ini menyusul isu bahwa wilayah mereka akan menjadi sasaran perusuh dan penjarah selanjutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di distrik Enfield yang ada di London utara, sekitar 200 warga menyisir jalanan untuk melindungi lingkungannya dari para perusuh. Sebuah video amatir menunjukkan segerombolan 100 pria berlarian di jalanan distrik Enfield sambil berteriak, "Inggris, Inggris, Inggris." Gerombolan ini sebelumnya pernah bersitegang dengan seorang pemuda yang membawa tongkat hockey dan dicurigai sebagai perusuh. Namun kemudian kesalahpahaman tersebut diselesaikan dan gerombolan pria ini kembali tenang.
Sedangkan di wilayah pinggiran Eltham, sekelompok penggemar sepakbola juga ikut turun ke jalan mengamankan lingkungannya. Wilayah Eltham juga diisukan menjadi lokasi yang ada didatangi perusuh selanjutnya.
"Wilayah ini merupakan wilayah pekerja kulit putih dan kami di sini untuk melindungi komunitas kami," ujar salah seorang warga kepada koran Guardian.
"Kami di sini untuk membantu polisi. Ibu saya ketakutan setelah melihat televisi selama tiga hari terakhir dan kami tidak akan membiarkan hal tersebut tidak akan terjadi di sini," tambahnya.
Sementara itu, di sejumlah toko-toko yang ada di distrik Hackney dan Kentish Town, para pedagang yang sebagian besar keturunan Turki berjaga-jaga di luar toko mereka sepanjang hari. Tak lupa mereka membawa 'senjata darurat' untuk menjaga diri.
(nvc/nrl)











































