Di Manchester, kota ketiga terbesar di Inggris, para anak muda memecahkan kaca-kaca toko dan menjarahnya. Mereka mengejar fotografer agar menjauh dari lokasi kerusuhan yang oleh polisi digambarkan sebagai kerusuhan terburuk sepanjang 30 tahun. Demikian diberitakan AFP.
Di tempat lain, perusuh berjaket kupluk (hoody) membakar bangunan di West Bromwich dan Wolverhampton di pusat Inggris. Kantor polisi di dekat Nottingham dilempari bom molotov, tidak ada korban luka dalam insiden ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kekacauan serupa sudah tidak terlihat di London. Yang tersisa adalah puing-puing kebakaran akibat rusuh pada Senin (8/8) malam. Selasa malam, giliran warga yang turun ke jalan untuk menjaga lingkungan mereka.
Jumlah polisi London yang semula 6.000 orang, pada Selasa malam ditambah menjadi 16 ribu. PM David Cameron menegaskan,"Akan melakukan apa saja yang perlu untuk mengembalikan ketertiban di jalan-jalan." Toko-toko di sejumlah tempat di London tutup lebih awal.
Fokus kekerasan hari Selasa malam adalah Manchester di barat laut Inggris, di mana polisi didorong mundur oleh kelompok-kelompok ratusan pemuda yang menutupi wajah mereka dengan selendang dan topeng ski.
Kelompok-kelompok pemuda itu menerobos jalan menuju toko-toko sepatu dan elektronik dan membakar sebuah toko pakaian perempuan di pusat kota.
Dua pemuda memecahkan pintu masuk kaca pusat belanja Arndale, yang merupakan pusat perbelanjaan utama Manchester, yang memungkinkan ratusan pemuda masuk ke toko dan muncul dengan membawa pakaian dan sepatu jarahan.
Petinggi polisi Manchester menggambarkan suasana itu sebagai,"kekerasan tak masuk akal dan kriminalitas tidak masuk akal yang tidak pernah saya saksikan sebelumnya".
(nrl/vta)











































