PM Inggris Janji Pulihkan Ketertiban di London

PM Inggris Janji Pulihkan Ketertiban di London

- detikNews
Selasa, 09 Agu 2011 18:59 WIB
PM Inggris Janji Pulihkan Ketertiban di London
London - Perdana Menteri Inggris David Cameron mengumpulkan anggota parlemen dan memerintahkan ribuan tambahan polisi untuk turun ke jalanan kota London. Kerusuhan paling parah di Inggris dalam satu dekade ini masih menyisakan kebakaran di berbagai sudut kota.

Seperti dilansir AFP, Selasa (9/8/2011), Cameron yang membatalkan liburannya di Italia segera menggelar rapat darurat. Cameron mengatakan, "Pemerintah akan melakukan segala hal yang perlu untuk mengembalikan ketertiban di jalanan dan membuat warga yang taat hukum tetap aman."

Kepada anak-anak yang terlibat dalam aksi kerusuhan dan penjarahan Cameron mengancam, "Kalian akan merasakan kekuatan hukum. Dan jika kalian sudah cukup dewasa dalam melakukan kejahatan ini, artinya kalian cukup dewasa untuk menghadapi hukuman."

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kekacauan menyapu Kota London dan berbagai kota lain di Inggris pada Senin malam, atau malam ketiga dari kerusuhan tanpa henti di negara itu. Semua dipicu dari penembakan warga Tottenham, Mark Duggan, oleh polisi pada Kamis minggu lalu.

Scotland Yard mengatakan kerusuhan yang dilakukan ratusan anak muda berjaket kupluk adalah yang terburuk yang pernah terjadi di London. "Kami kehabisan unit untuk dikirim," kata Paul Deller, seorang polisi.

Kekacauan ini menimbulkan pertanyaan publik mengenai tingkat keamanan di London menjelang Olimpiade pada tahun depan. Berbagai media Inggris menulis massa menguasai jalanan dan polisi di ujung tanduk.

Di beberapa area, perusuh menguasai jalanan dan tidak tampak kehadiran polisi. Di Clapham, ratusan orang menjarah departement store dalam waktu dua jam.

Cameron mengatakan semua cuti polisi telah dibatalkan. 16.000 Polisi akan diterjunkan Selasa malam ini di jalanan Kota London. Jumlah ini jauh lebih banyak dari polisi pada Senin malam yang hanya 6.000 polisi.

450 Orang sudah ditangkap selama 3 hari dan menyebabkan tahanan di kantor polisi penuh. Kompol Tim Godwin dari Kepolisian Metro London mengatakan tidak ada rencana untuk melibatkan tentara.

(fay/nrl)


Berita Terkait