Dalam rekaman video yang diposting di YouTube seperti dilansir Daily Mail, Selasa (9/8/2011), tampak seorang remaja putra yang terluka sedang dibantu oleh beberapa pemuda yang melintas di jalan tersebut. Remaja tersebut duduk terkulai di aspal sembari memegangi hidungnya yang terus mengeluarkan darah.
Seorang pria datang untuk menolong remaja tersebut berdiri. Namun kemudian muncul pria lain yang membuka tas ransel remaja tersebut dan mengambil salah satu barang dari dalam tas. Pria yang menolong remaja tadi malah ikut melongok ke dalam tas tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di London dan Birmingham, beredar rumor bahwa orang-orang dipaksa melepas pakaian mereka oleh para penjarah. Sebuah foto yang di-upload ke Twitter memperlihatkan seorang pemuda di Deptford sedang dipaksa melepas pakaiannya di pinggir jalan.
Kepolisian Inggris sejauh ini telah menangkap lebih dari 300 orang sejak kerusuhan pecah di Tottenham pada Sabtu, 6 Agustus lalu. Huru-hara itu terjadi menyusul aksi damai memprotes kematian Mark Duggan, pria blasteran kulit hitam. Ayah empat anak itu tewas ditembak saat razia senjata oleh polisi pada Kamis, 4 Agustus lalu.
Suasana damai berubah rusuh ketika sekitar 300 hingga 500 orang berkumpul di sekitar kantor polisi Tottenham. Beberapa demonstran kemudian membuat bom molotov dan melemparkan ke barisan polisi. Yang lainnya melawan polisi dengan tongkat bisbol dan balok serta mencoba menyerbu kantor polisi.
Dalam beberapa jam, polisi antihuru-hara dan sejumlah polisi berkuda bentrok dengan ratusan perusuh. Kebakaran pun menjalar tak terkendali dan aksi penjarahan terjadi di mana-mana.
(ita/nrl)











































