Kisah Dewani yang Dituduh Dalangi Pembunuhan Istrinya Saat Honeymoon

Kisah Dewani yang Dituduh Dalangi Pembunuhan Istrinya Saat Honeymoon

- detikNews
Senin, 08 Agu 2011 13:04 WIB
London - Kasus pembunuhan ini menyedot perhatian di 3 negara: Inggris, India dan Afrika Selatan. Ceritanya adalah pria warga negara Inggris, Shrien Dewani, berbulan madu dengan perempuan yang baru dinikahinya, Anni -- keduanya keturunan India -- ke Cape Town, Afrika Selatan.

Pada 13 November 2010 atau malam kedua bulan madu mereka, dua pria bersenjata menyergap taksi yang mereka tumpangi. Dewani dan sopir taksi, Zola Tongo, dilempar dari taksi, sedang Anni dibawa lari pembajak. Keesokan harinya, Anni, perempuan cantik yang lahir di Swedia, ditemukan tewas.

Dewani, warga Bristol, ditangkap saat dia kembali ke Inggris dengan sangkaan berkonspirasi terhadap pembunuhan istrinya. Sedangkan sopir taksi, Zola Tongo (31), diadili di Afrika Selatan. Dia mengakui merencanakan pembunuhan Anni dan menyebut Dewani memintanya merancang insiden itu dengan imbalan 1.400 pounds. Sedangkan dua tersangka lainnya, Qwabe dan Mngeni, masih diproses hukum di Cape Town.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hukuman Zola Tongo diperingan menjadi 18 tahun penjara setelah dia sepakat memberikan bukti untuk melawan Dewani. Pengadilan Cape Town meminta Inggris mengekstradisi Dewani untuk diadili. Pengadilan London memanggil Dewani pada 10 Agustus 2011 untuk mendengarkan putusan apakah dia akan diekstradisi atau tidak.

Tim pengacara Dewani belum lama ini berargumen di pengadilan London bahwa kliennya terlalu sakit untuk kembali menghadapi pengadilan. Mereka mengatakan kliennya menderita Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) dan depresi parah sejak istrinya tewas.

Jubir keluarga Dewani menangkis semua tuduhan. "Shrien menyangkal tuduhan-tuduhan itu, tapi karena ada proses hukum yang sedang berlangsung, tidak pantas untuk berkomentar lebih lanjut," ujarnya.

Sementara itu, media Inggris, Daily Mail edisi 7 Agustus 2011, melansir pengakuan dari mantan tunangan Dewani, Rani Kansagra, kepada polisi Afsel. Rani (26) yang berjumpa dengan Dewani dalam sebuah pesta pada 2008, menuturkan, Dewani memutuskan pertunangan mereka setelah Dewani mengaku impoten dan tidak bisa melakukan hubungan seksual. Namun, Dewani lantas menikahi Anni dalam sebuah upacara mewah yang berlangsung di India pada 2010. Mereka kemudian bulan madu ke Cape Town, yang berakhir dengan tewasnya Anni.

Polisi juga menyelidiki apakah Dewani, pengusaha rumah perawatan, adalah gay setelah seorang 'penghibur lelaki' yang menyebut dirinya Master Jerman, menghubungi polisi di Inggris dan mengaku mengenali Dewani sebagai klien ketika ia melihat Dewani di berita TV.

Escort lelaki itu diduga mengatakan kepada Scotland Yard (Polisi Metropolitan London) bahwa Dewani membayarnya lebih dari 1.100 pounds untuk tiga pertemuan seksual antara September 2009 dan April 2010.

Dewani menyangkal semua tudingan itu dan mengaku tidak pernah berjumpa dengan pelacur lelaki dari Munich

(nrl/vit)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads