Menurut para saksi mata, kekacauan timbul ketika tentara-tentara Somalia mencoba mengambil sebagian dari sekitar 290 ton makanan yang tengah dibagi-bagikan ke warga yang kelaparan. Beberapa pengungsi kemudian ikut berebut makanan sehingga sejumlah tentara melepas tembakan.
"Itu pembantaian. Mereka menembaki orang-orang tanpa ampun," kata Abdi Awale Nor, yang tinggal di kamp pengungsi tersebut seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (6/8/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Para tentara kemudian mengambil makanan dan orang-orang berlarian dari kamp," tutur Ali.
Namun juru bicara pemerintah Somalia mengklaim bahwa pasukan hanya mencoba mencegah terjadinya penjarahan makanan.
Ratusan ribu orang saat ini memadati kamp-kamp pengungsi di Mogadishu untuk menantikan bantuan makanan. Hampir 29 ribu anak telah meninggal di Somalia sejak musim kemarau bertambah parah tiga bulan lalu.
Situasi bahkan diperkirakan akan terus memburuk. PBB telah memperingatkan bahwa delapan wilayah Somalia selatan lainnya terancam dilanda kelaparan dalam beberapa pekan mendatang.
(ita/ita)











































