Specialist Adam Winfield asal Coral Gables, Florida didakwa membunuh seorang warga sipil Afghan dalam tahanan AS pada Mei 2010 lalu. Prajurit AS tersebut mengaku bersalah atas dakwaan pembunuhan disengaja dan pemakaian ganja ilegal.
Winfield merupakan satu di antara lima tentara AS yang dituduh membunuh warga sipil Afghan untuk bersenang-senang dan kemudian menaruh bukti berupa granat ke jasad mereka supaya terlihat bahwa korban telah lebih dulu menyerang prajurit-prajurit tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengacara Winfield, Eric Montalvo mengatakan, pembunuhan-pembunuhan tersebut dan meluasnya kekerasan di lapangan menunjukkan kurangnya kepemimpinan militer AS di Afghanistan.
Dalam persidangan, Winfield mengakui dirinya sadar sedang melakukan kejahatan dan gagal mencegahnya.
"Saya punya cara-cara untuk mencegah ini terjadi. Saya punya sejumlah opsi untuk dipilih hari itu, untuk mengambil tindakan yang perlu," kata Winfield.
"Saya gagal karena saya takut," imbuhnya seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (6/8/2011).
Dikatakan Winfield, dirinya takut kepada atasannya, Sersan Staf Calvin Gibbs, yang diduga pemimpin kelompok tentara-tentara penjahat tersebut. Gibbs mengancam akan membunuh Winfield jika dia menceritakan pembunuhan itu kepada orang lain. Persidangan militer atas diri Gibbs akan dilakukan dalam waktu dekat.
(ita/ita)











































