Dilansir AFP, Sabtu (6/8/2011), para pemimpin negara tersebut melakukan perbincangan via telepon secara terpisah. Mereka memperingatkan bahwa aksi militer ini justru akan memicu terjadinya aksi protes menentang pemerintahan yang saat ini terus terjadi di Suriah.
Sedikitnya, 14 orang tewas dalam aksi demo pada Jumat (5/8/2011). Total korban tewas mencapai 300 orang dalam demo 6 hari terakhir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pernyataan yang terbit Rabu waktu New York DKK PBB menyatakan "mengutuk aksi kekerasan yang meluas terhadap HAM dan penggunaan kekerasan terhadap warga sipil oleh aparat Suriah". Pernyataan itu juga menyebut pihak-pihak yang bertanggung jawab terhadap terjadinya pertumpahan darah harus diadili.
(anw/anw)











































