Charles de Gaulle adalah satu-satunya kapal induk Prancis dan merupakan kapal perang terbesar di Eropa. Kapal induk tersebut akan bertolak menuju pangkalannya di Toulon, Prancis pada 10 Agustus mendatang.
Menurut Menteri Pertahanan Gerard Longuet kepada surat kabar lokal Var-Matin seperti diberitakan AFP, Kamis (4/8/2011), jadwal pemeliharaan kapal tersebut akan memakan waktu beberapa minggu.
Namun menurut situs Angkatan Laut Prancis, butuh waktu beberapa bulan untuk menyelesaikan pemeliharaan kapal tersebut. Charles de Gaulle telah dilibatkan dalam operasi NATO di Libya sejak 22 Maret lalu.
Longuet menegaskan, Prancis akan tetap berkomitmen pada misi Libya. Pengumuman Longuet ini disampaikan tiga hari setelah Norwegia selesai menarik keseluruhan enam jet tempur F-16 miliknya dari misi NATO di Libya.
Pemerintah Norwegia menjelaskan bahwa Angkatan Udaranya yang kecil tak bisa terus-menerus memberikan kontribusi serangan udara untuk waktu yang lama.
(ita/nrl)











































