"Ramadan merupakan waktu khusus, dan kita berdoa setiap hari. Tentu saja kami akan berdoa untuk korban serangan dan keluarga mereka," kata Samaia Elamin (23) seorang warga Norwegia, kepada AFP, saat ia membeli buah dan sayuran untuk berbuka, Senin (1/8/2011).
Hal senada diutarakan oleh Ketua Dewan Islam, Methab Asfar. Dewan Islam merupakan organisasi payung kelompok-kelompok Muslim di Norwegia. Menurutnya, Ramadan kali ini akan dijalani dengan penuh emosional dan penghormatan kepada korban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Methab memuji pemerintah Norwegia yang tidak pernah menuding kelompok tertentu dalam insiden berdarah tersebut. Di Norwegia, terdapat sedikitnya 100.000 muslim dari total penduduk mencapai 5 juta jiwa.
"Mereka tidak pernah menuding kelompok atau individu berdasarkan etnis atau agama," tegas Methab Asfar.
Menurut identifikasi korban, beberapa Muslim tewas dalam serangan, termasuk seorang gadis 17 tahun asal Turki bernama Gizem Dogan. Prosesi pemakaman menarik lebih dari 1.000 orang ke kota pusat-barat Trondheim, termasuk Menteri Luar Negeri Turki Ahmet Davutoglu.
Khusus untuk korban Muslim, pemakaman diselenggarakan pada lapangan sepak bola, karena masjid setempat tidak cukup besar untuk menampung kerumunan orang yang membawa mawar dan foto yang ingin memberikan penghormatan terakhir mereka.
(Ari/lrn)










































