Pasukan Israel Tembak Mati 2 Warga Palestina

Pasukan Israel Tembak Mati 2 Warga Palestina

- detikNews
Senin, 01 Agu 2011 16:27 WIB
Ramallah - Pasukan Israel menembak dua warga Palestina hingga tewas di wilayah Tepi Barat. Penembakan itu terjadi saat tentara-tentara Israel masuk ke kamp pengungsi untuk melakukan penangkapan.

Menurut paramedis Palestina, kedua korban adalah Moatassem Adwan, pria berumur 22 tahun dan Ali Khalifa, pria berumur 23 tahun.

Seorang pejabat gerakan Fatah mengatakan pada kantor berita AFP, Senin (1/8/2011), pasukan Israel masuk ke kamp Qalandiya, dekat Kota Ramallah tersebut pada hari ini sekitar pukul 03.30 waktu setempat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pasukan Israel menangkap seorang pemuda sebelum kemudian timbul kerusuhan. Para pemuda melemparkan batu-batu ke para tentara Israel. Melihat itu, pasukan Israel melepas tembakan ke para pelempar batu. Akibatnya, dua pemuda tewas.

Sumber-sumber intelijen Palestina mengatakan, kedua korban dibawa ke rumah sakit di Ramallah saat subuh. Salah seorang dari keduanya terkena tembakan di kepala dan tewas seketika. Sedangkan seorang lagi korban tertembak di bagian perut dan meninggal tak lama kemudian.

Juru bicara untuk Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengecam penembakan itu. "Ini upaya Israel untuk menciptakan atmosfir eskalasi menjelang September," cetus juru bicara tersebut seperti diberitakan Reuters, Senin (1/8/2011).

Palestina berencana mengajukan keanggotaan penuh PBB atas sebuah negara merdeka di Tepi Barat dan Gaza pada September mendatang. Pembicaraan damai Israel dan Palestina yang disponsori Amerika Serikat mengalami kebuntuan tahun lalu. Sejauh ini upaya-upaya untuk memulai kembali negosiasi tersebut belum berhasil.

Juru bicara militer Israel mengkonfirmasi bentrokan antara warga Palestina dan pasukan Israel yang melakukan operasi penangkapan di kamp pengungsi Qalandiya tersebut. Dikatakannya, lima tentara Israel juga terluka dalam insiden itu. Namun juru bicara tersebut mengaku tak bisa mengkonfirmasi soal kematian dua warga Palestina dalam peristiwa itu.

(ita/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads