Napi Kabur dari Penjara AS, Lalu Tusuk Polisi di Dalam Gereja

Napi Kabur dari Penjara AS, Lalu Tusuk Polisi di Dalam Gereja

- detikNews
Senin, 01 Agu 2011 00:15 WIB
Napi Kabur dari Penjara AS, Lalu Tusuk Polisi di Dalam Gereja
Los Angeles - Layaknya film Hollywood, seorang terpidana berhasil kabur dari ambulans yang membawanya ke rumah sakit. Usai meloloskan diri dari ambulans, terpidana tersebut terlibat perkelahian di dalam gereja. Dalam perkelahian tersebut, seorang polisi elit Los Angeles Police Departemen (LAPD) terluka.

Seperti dilansir media setempat, latimes.com, Minggu, (31/7/2011), kejadian bermula saat seorang terpidana laki-laki, berusia 35 tahun terlibat kerusuhan di penjara Twin Towers, Los Angeles. Lantas, pria yang tidak disebutkan idenitasnya itu segera dilarikan ke USC Medical Center menggunakan ambulans.

Saat ambulans melintas Boyle Heights, di antara Misi Street dan Richmond Street, terpidana tersebut menyerang petugas medis di ambulans itu. Usai berhasil menikam petugas medis, terpidana segera meloncat keluar meninggalkan ambulans. Dia kemudian berlari ke bangunan terdekat untuk bersembunyi, yaitu Gereja Presbyterian, El Divino Salvador di Echandia Street.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di dalam gereja, terpidana langsung menjadikannya benteng pertahanan. Untuk menangkapnya, LAPD segera mengerahkan tim elit-nya dan menyebar anjing pelacak. Saat seorang polisi, Andrew Smith memasuki gereja, terpidana tersebut langsung menyerang Smith menggunakan pisau secara tiba-tiba. Tusukan ini merobek tulang iga kiri Smith.

Mendapati Smith diserang, anggota polisi lainnya langsung memuntahkan tembakan ke arah terpidana. Akibatnya terpidana tersebut tewas seketika.

"Lukanya Smith tidak mengancam jiwa," kata petuga medis Los Angeles County / USC Medical Center.

Menurut Smith, pengawalan tidak diberikan kepada terpidana selama perjalanan ambulans ke rumah sakit karena pria itu baru saja resmi mendapat remisi dari Penjara County, di mana dia ditahan atas tuduhan pelanggaran.

Sayangnya, polisi tidak memberikan rincian kejadian tersebut lebih detail.

(asp/mad)


Berita Terkait