Nama aslinya adalah Ashraf Hafiz Abdul Aziz (25). Karena kelainan di organ seksualnya, seperti penis yang kecil, mantan asisten apoteker itu memutuskan menjadi perempuan lewat operasi kelamin di Thailanda pad 2008.
Karena memiliki identitas baru, dia pun mendaftarkan diri ke Departemen Registrasi Nasional untuk mengupdate jenis kelamin dan mengubah namanya menjadi Alesha. Tapi apa lacur, permintaannya ditolak. Tak terima, Ashraf membawa kasus ini ke pengadilan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penolakan pengadilan kala itu menjadi berita di Malaysia. Dan beberapa hari kemudian, namanya kembali menjadi berita setelah Ashraf meninggal dunia di usia muda.
Harian Sunday Star seperti dikutip AFP, Minggu (31/7/2011) menulis, Ashraf dilarikan ke rumah sakit pada hari Jumat (29/7) karena tekanan darahnya terlalu rendah dan nyeri dada, setelah sebelumnya mengeluh mual dan pusing. Namun hari itu menjadi hari penghabisan Ashraf. Dia menghembuskan nafas terakhir karena masalah jantung. Dia dimakamkan sebagai laki-laki berdasarkan tata cara Islam.
"Dia lahir sebagai laki-laki, oleh karena itu hanya tepat bagi kami untuk menguburnya sebagai lelaki," ujar ayahnya, Abdul Aziz Ahmad (60).
Ibu Ashraf, Mah Yah (50), menyatakan, satu-satunya rasa sesalnya adalah anaknya itu tidak bisa memakai kostum tradisional Melayu (baju kurung) berwarna pink, padahal Ashraf bersemangat memakainya untuk Idul Fitri mendatang. "Ashraf sangat penuh cinta kasih dan orang yang baik," kenangnya.
Mah Yah berharap kecaman publik kepada keluarganya segera berakhir dengan kematian anak tercintanya. Dia menuturkan, semasa masih hidup, anaknya depresi atas pemberitaan negatif tentangnya.
(nrl/vit)











































