Seperti dikutip dari Reuters, Minggu (31/7/2011), pesawat jenis Boeing 737-800 melampaui landasan pacu saat mendarat di Bandara Cheddi Jagan, Georgetown. Ledakan terdengar saat pesawat terbelah menjadi dua bagian.
Kepanikan penumpang timbul seketika. Penumpang menjerit ketika pesawat kehilangan kendali dan banyak melarikan diri melalui pintu darurat ketika akhirnya berhenti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beruntung tidak ada korban tewas dalam peristiwa tersebut. Namun, seorang penumpang menderita kaki patah, sementara lainnya dilaporkan cedera leher dan punggung, juru bicara maskapai mengatakan.
"Kami sangat, sangat bersyukur dan berterima kasih bahwa tidak ada kematian," kata Presiden Guyana Bharrat Jagdeo di bandara.
Sebuah foto yang diterbitkan oleh surat kabar lokal 'Stabroek News' menunjukkan pesawat Karibia Airlines dengan setengah badan pesawat yang patah dan beristirahat di semak-semak tebal.
Penerbangan BW-523 itu membawa 157 penumpang dan awak enam. Trinidad dan Tobago berbasis Karibia Airlines mengatakan tidak tahu penyebab kecelakaan. Peneliti dari Amerika Serikat dan Guyana dikirim untuk mengambil kotak hitam.
Akibat peristiwa itu, bandara sempat ditutup selama beberapa jam setelah kecelakaan tersebut namun dibuka kembali tengah hari.
(ar/ape)











































