Allan Richard Hodson mengaku bersalah atas pemerkosaan yang dilakukan di sebuah toilet umum di stasiun kereta di Southern Cross, Australia pada 27 Januari lalu itu.
Di persidangan terungkap, saat diinterogasi polisi, Hodson awalnya tidak mengakui perbuatannya. Pria itu berujar bahwa dirinya terlalu tua untuk bersikap kasar, apalagi terhadap wanita lanjut usia. Bahkan Hodson sempat mengatakan tidak berminat pada seks karena dia tidak bisa ereksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Hakim Duncan Allen, seperti diberitakan harian Australia The Age, Jumat (29/7/2011), keterangan Hodson kepada polisi tersebut "benar-benar mengerikan".
Jaksa Chris Ryan mengatakan, Hodson harus mendekam di penjara maksimal 10 tahun atas kejahatan yang dilakukannya di tempat umum di waktu siang itu.
Menurut pengacara Hodson, Dermot Dann, kliennya tak bisa menjelaskan tindakan tercela yang sangat disesalinya itu. Dikatakan Dann, kliennya punya sejarah penyakit jiwa dan kecanduan alkohol. Hodson juga pernah mengalami stres pascatrauma setelah terlibat dalam kecelakaan lalu lintas yang menewaskan seorang wanita pada tahun 1990-an.
Di persidangan terungkap bahwa istri Hodson meninggalkan pria itu setelah ditangkap atas pemerkosaan tersebut. Vonis terhadap Hodson akan diputuskan dalam persidangan yang akan digelar 8 Agustus mendatang.
(ita/nrl)











































