Sebanyak 341 penumpang terpaksa menginap semalam di terminal bandara Hong Kong karena pihak maskapai tak bisa mendapatkan akomodasi untuk mereka. Para penumpang berada di bandara selama hampir 15 jam.
Pesawat Boeing 747 yang baru tiba dari London, Inggris itu tadinya akan bertolak dari Hong Kong menuju Melbourne, Australia pada Kamis, 28 Juli malam waktu setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Juru bicara Qantas mengatakan, setelah diketahui bahwa gangguan pada sayap pesawat tersebut tak bisa diperbaiki segera, pihak maskapai kemudian membagikan selimut dan kupon makanan kepada para penumpang.
Menurut seorang penumpang, staf Qantas mengatakan bahwa semua hotel telah penuh. "Mereka menyuruh kami mengambil selimut dan tidur di lantai," ujar penumpang tersebut. Untuk para penumpang yang membawa anak-anak diberikan akses ke lounge Qantas.
Menurut juru bicara Qantas, mereka telah berupaya untuk mencarikan hotel bagi para penumpang, namun semua hotel penuh.
"Ada beberapa konferensi di kota tersebut dan semua hotel telah habis dipesan," kata juru bicara Qantas seperti diberitakan harian Sydney Morning Herald, Jumat (29/7/2011).
"Staf lapangan kami telah mencoba sejumlah opsi, termasuk membagi para penumpang ke dalam kelompok-kelompok untuk dimasukkan ke sejumlah hotel namun tak ada akomodasi yang tersedia," imbuhnya. "Mereka mencoba semuanya," ujarnya.
Setelah belasan jam tertunda, pesawat tujuan Melbourne tersebut akhirnya bertolak meninggalkan Hong Kong pada sekitar pukul 8 pagi waktu setempat.
(ita/nrl)










































