Dalam insiden yang terjadi sebelum subuh waktu setempat itu, para prajurit Filipina terlibat baku tembak dengan para anggota kelompok Abu Sayyaf di salah satu tempat persembunyian mereka di Pulau Jolo.
"Baku tembak tersebut sengit dan pasukan menghadapi sekelompok besar Abu Sayyaf," kata juru bicara militer di Pulau Jolo, Letkol Randolf Cabangbang kepada para wartawan seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (28/7/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya pikir apa yang terjadi adalah, pasukan sedang melakukan manuver semalaman dan di pagi hari mereka baru menyadari bahwa mereka sudah berada di kamp (Abu Sayyaf). Itu menjelaskan mengapa kami mengalami begitu banyak korban," tuturnya.
Selain menewaskan 7 tentara, kontak senjata tersebut juga melukai 21 tentara Filipina lainnya. Belum diketahui ada tidaknya korban di pihak Abu Sayyaf yang disebut-sebut terkait jaringan teroris Al Qaeda itu.
(ita/nrl)











































