Pesawat kargo Boeing 747-400 tersebut bertolak dari Bandara Internasional Incheon di Seoul, Korsel pada Kamis sekitar pukul 03.05 waktu setempat dan bertujuan ke Pudong, China timur.
Kapal patroli pantai telah menemukan beberapa serpihan pesawat termasuk bagian sayap, kursi dan sebuah pelampung di lautan sekitar 107 kilometer sebelah barat Kota Jeju. Demikian seperti diberitakan kantor berita Korsel, Yonhap dan dilansir AFP, Kamis (28/7/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut juru bicara Asiana, pilot sempat menghubungi bandara Jeju untuk meminta izin pendaratan darurat karena masalah teknis. Namun tak lama kemudian pesawat menghilang dari layar radar.
Pesawat tersebut mengangkut seorang pilot dan seorang kopilot. Pesawat diyakini terbakar di udara. Namun detail situasi baru akan diketahui setelah kotak hitam pesawat ditemukan.
Sebelum jatuh, pilot sempat berkomunikasi dengan para petugas lalulintas udara China di Shanghai dan melaporkan terjadinya kobaran api di pesawat dan karenanya pesawat akan dialihkan ke Jeju.
"Sebuah pesawat penumpang Korean Air menangkap pesan itu dan memberitahu otoritas pengatur udara Korsel," kata pejabat Kementerian Transportasi Korsel Park Joo-Hwan kepada AFP.
Menurut Yonhap, pesawat tersebut mengangkut kargo seberat total 58 ton yang mencakup material yang mudah terbakar. Asiana merupakan maskapai terbesar kedua Korsel yang sebagian besar melayani rute penerbangan jarak pendek di wilayah Asia.
(ita/nrl)











































