Pesawat superjumbo bertujuan Hong Kong tersebut kembali ke Bandara Changi, Singapura, Selasa kemarin, 26 Juli setelah satu dari empat mesin Rolls-Royce mati saat pesawat baru mengudara sekitar 20 menit.
Juru bicara Singapore Airlines Nicholas Ionides mengatakan, hal itu diakibatkan peningkatan dan tingginya vibrasi. Pesawat mengangkut 368 penumpang dan 21 kru. Tak ada yang cedera dalam insiden tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perusahaan Rolls-Royce dan Airbus tengah meneliti insiden ini. "Kami bekerja sama dengan erat dengan Singapore Airlines untuk memberikan dukungan dan bantuan teknis semestinya," kata Erin Atan, juru bicara Rolls-Royce yang berbasis di London.
"Airbus tengah meneliti insiden ini bersama-sama dengan Rolls- Royce dan maskapai," kata juru bicara Airbus, Sean Lee.
Akhir tahun 2010 lalu, pesawat Airbus A380 milik maskapai Australia, Qantas mengalami insiden saat melintasi Batam. Salah satu mesin pesawat meledak tak lama setelah pesawat lepas landas dari Singapura. Akibatnya, pilot memutuskan untuk kembali ke Singapura. Tak ada yang terluka dalam insiden itu.
(ita/nrl)










































