Sebuah televisi Norwegia menunjukkan gambar aksi serupa juga terjadi di sejumlah kota di negara lain. Aksi ini dilakukan pasca panggilan untuk menunjukkan solidaritas bagi korban penembakan dan pengeboman yang terjadi 22 Juli lalu.
"Malam ini, jalanan akan dipenuhi dengan cinta. Mereka yang menjadi bagian pemerintahan dan yang berada di Pulau Utoeya telah menjadi target teror. Namun itu tidak akan mempengaruhi kita semua," ujar Putra Mahkota Haakon disambut tepuk tangan ribuan orang yang berkumpul di depan Bank Norwegia yang sebelumnya menjadi lokasi bom mobil. Demikian dilansir AFP, Senin (25/7/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama aksi ini berlangsung, jalanan utama di pusat kota Oslo ditutup dan semua lalu lintas dialihkan karena para polisi melakukan penjagaan ketat. Semula aksi ini direncanakan sebagai 'parade bunga', namun karena terlalu banyaknya orang yang ikut serta maka mereka hanya diperbolehkan berkumpul di satu tempat.
Salah seorang juru bicara kepolisian enggan memberikan perkiraan resmi soal berapa banyak orang yang ikut serta dalam aksi ini. Dia hanya menyebut aksi ini merupakan aksi raksasa.
Sementara itu, seorang polisi lain yang ada di lokasi memperkirakan ada sekitar 100 ribu orang yang ikut aksi ini. Sedangkan versi media massa Norwegia menyebutkan, terdapat 150 ribuan orang yang ikut serta dalam aksi solidaritas ini.
Kerumuman massa yang berkumpul ini berulang kali melambaikan bunga ke udara sebagai tanda bela sungkawa. Sedangkan para penyanyi yang ada di lokasi sibuk menyanyikan hymne anti-Nazi yang berjudul 'For Youth' dalam sebuah konser kecil di lokasi.
(nvc/rdf)











































