Demikian seperti dilansir AFP, Senin (25/7/2011). Sidang perdana Breivik berlangsung secara tertutup di Pengadilan Oslo, Norwegia.
Dalam persidangan tersebut, Breivik mengakui dirinya memiliki 2 kelompok sel dalam organisasinya. Hal tersebut diungkapkan oleh seorang panitera pengadilan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Operasi tersebut tidak bertujuan untuk membunuh sebanyak-banyaknya orang, namun lebih kepada mengirimkan sinyal yang tidak bisa disalahkan. Meskipun terdakwa memahami kondisi aktual yang terjadi, namun dia tetap mengaku tak bersalah," terang Hakim Heger melalui penerjemah.
Selain itu, dalam persidangan Hakim Kim Heger juga memerintahkan agar Breivik ditahan dalam sel isolasi selama 4 minggu dari total 8 minggu masa tahanannya. Selama dalam tahanan, Breivik dilarang berkomunikasi dengan dunia luar demi memperlancar penyelidikan yang masih berlangsung.
Saat tiba di pengadilan, Breivik diketahui menumpang mobil tahanan lapis baja bermerk Mercedes. Mobil tersebut dilaporkan masuk melalui pintu belakang dan langsung menuju ke bagian basement gedung pengadilan.
Padahal di depan pengadilan, banyak orang sengaja berkumpul untuk melihat wajah sang teroris dan siap memaki-makinya dengan teriakan "pengkhianat" atau "pembunuh". Sementara itu, pengacara Breivik Geir Lippestad terlihat masuk melalui pintu utama. Lippestad menerobos puluhan wartawan yang telah menunggu sejak pagi.
Sebelum sidang, Lippestad mengatakan, kliennya ingin sidang berlangsung terbuka sehingga dia bisa menjelaskan kepada publik tentang alasannya melakukan serangan mematikan itu. Breviek juga ingin mengenakan 'seragam' dalam sidang itu. Namun permohonan tersebut ditolak oleh pengadilan.
(nvc/rdf)











































