"Saat kami menemukan dia, dia masih bisa menggerakkan tangan-tangannya," demikian diberitakan kantor berita Xinhua mengutip seorang petugas penyelamat.
Namun bocah bernama Xiang Weiyi itu terancam kehilangan salah satu kakinya. Sebabnya, para dokter akan mengamputasinya jika luka di kaki kirinya terus memburuk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kecelakaan dua kereta peluru tersebut terjadi ketika sebuah kereta tiba-tiba berhenti di jalur dikarenakan tersambar petir dan kemudian ditabrak oleh kereta lain. Sebanyak 36 orang tewas dalam peristiwa itu dan 192 orang lainnya luka-luka.
Menyusul insiden tragis ini, pemerintah China memecat tiga pejabat senior perkeretapian. Pemerintah juga memerintahkan perbaikan menyeluruh keamanan kereta di seluruh negeri.
(ita/nrl)











































