Langkah ini dilakukan setelah terungkap bahwa Breivik melakukan pembantaian itu setelah bertemu dengan para ekstremis sayap kanan lainnya di London, Inggris.
Sebelum melakukan aksi terorisme paling mengerikan di Norwegia itu, Breivik telah menulis manifesto setebal 1.500 halaman yang menjabarkan rencananya dan diawali dengan tulisan "London, 2011".
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria Norwegia itu juga mengklaim dirinya cuma satu dari 80 orang yang direkrut di Eropa Barat yang siap mencontoh dirinya dalam menggulingkan pemerintahan yang toleran akan Islam.
Para petugas antiterorime Scotland Yard kini mencoba memastikan apakah Breivik pernah berkunjung ke London beberapa tahun terakhir dan apakah dia merupakan bagian dari jaringan yang lebih luas yang bersiap-siap melakukan serangan serupa.
Dalam manifestonya, Breivik juga menyebutkan, dirinya direkrut dalam sebuah pertemuan di London pada April 2002 lalu. Pertemuan itu dipimpin oleh dua ekstremis Inggris dan dihadiri total oleh delapan orang.
Para petugas unit ekstremisme domestik Scotland Yard kini mencoba mengidentifikasi ketujuh orang lainnya yang menghadiri pertemuan di London tersebut. Terkait hal ini, pihak kepolisian Inggris terus berhubungan dengan kepolisian Norwegia.
(ita/nrl)











































