Peringatan duka cita bagi para korban teroris itu digelar di Katedral Oslo, dan dihadiri ribuan pelayat yang sebagian besar mengenakan pakaian hitam. Tampak Raja Norwegia, Harald V yang meneteskan air mata didampingi Ratu Sonja yang bermuka murung, seperti dilansir dari AFP, Minggu (24/7/2011).
Perdana Menteri Jens Stoltenberg dalam sambutannya mengatakan skala kejahatan di Norwegia telah muncul. Stoltenberg pun menyebutkan sejumlah nama korban. Sementara itu, foto-foto korban juga dipajang di katedral itu, tak terkecuali pemuda-pemuda yang tewas pada acara perkemahan yang digelar Partai Buruh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setiap orang yang hilang dan kehilangan adalah tragedi," tuturnya.
Stoltenberg pun lantas mengusapkan sapu tangan ke wajahnya dan dengan lantang berjanji setelah tragedi ini Norwegia akan menjadi, "lebih demokrasi, keterbukaan, kemanusiaan namun tanpa kenaifan".
Pemimpin kelompok pemuda Partai Buruh, Eskil Pedersen, bahkan terlihat sesenggukan saat kegiatan perkemahan musim panas di Pulau Otoeya yang ia pimpin itu hancur berantakan akibat penembakan yang membabi buta dan tiba-tiba.
"Kami berkumpul dengan duka cita dan harapan," kata Uskup Oslo, Ole Christian Kvarme.
Ratusan orang berkumpul di luar katedral, di mana terdapat altar yang dikelilingi bunga-bunga duka cita bagi para korban. Stoltenberg dan Pedersen pun ikut menaruh bunga mawar putih di sekitar altar itu.
(nwk/vit)











































