James Hipwell, bekas jurnalis ekonomi Daily Mirror mengatakan, penyadapan itu diketahui karena dia pernah bekerja di samping para jurnalis hiburan yang kerap melakukan aktivitas ilegal itu.
"Kamu pasti tahu apa yang orang-orang sekelilingmu lakukan," kata pria berumur 45 tahun tersebut pada Independent dan dilansir kemudian oleh AFP, Minggu (24/7/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di tempat terpisah, BBC mengutip seorang mantan jurnalis Sunday Mirror yang mengklaim sudah menyaksikan praktik penyadapan itu di kantornya. Jurnalis itu dirahasikan namanya namun diketahui sudah bekerja selama hampir 10 tahun di media pesaing NOTW tersebut.
Saat dikonfirmasi, grup pemilik dua media di atas membantah kabar penyadapan telepon. Mereka mengaku sudah bekerja sesuai kode etik jurnalistik di Inggris.
Skandal tersebut telah mengejutkan banyak pihak, dan juga termasuk membuat Perdana Menteri David Cameron berang dan memaksa Rupert Murdoch menutup korannya tersebut pada pekan lalu. Ini menunjukkan bahwa apa yang dilakukan oleh News of the World merupakan sebuah hal yang memalukan bagi industri media Inggris.
Meskipun praktik ini diduga sudah merupakan praktik umum di Inggris, namun media-media di Amerika, khususnya yang berafiliasi dengan Murdoch menolak untuk disamakan.
Tabloid Dow Jones yang juga merupakan sayap bisnis media milik Murdoch dan berbasis di Amerika, melalui editor Robert Thomson, menyatakan bahwa pihaknya tetap mematuhi kode etik jurnalistik. Dalam masalah penyadapan telepon, Thomson menyatakan bahwa wartawan-wartawan Dow Jones 'harus mempunyai standar yang tinggi dibanding kantor berita lain'.
"Sudah sangat jelas bahwa kami menempatkan etika d iatas segala-galanya, namun menyikapi apa yang terjadi di London baru-baru ini, hal ini sangat layak untuk dilakukan pengkajian-pengkajian kembali dalam prinsip-prinsip jurnalistik tersebut," tegas Thomson.
(mad/mad)











































