Pria yang kemudian diidentifikasi sebagai Anders Behring Breivik itu datang ke perkemahan tersebut dan memperkenalkan dirinya sebagai perwira polisi. Demikian diungkapkan seorang saksi mata di pulau itu kepada surat kabar Norwegia, VG Vett dan dilansir harian Sydney Morning Herald, Sabtu (23/7/2011).
"Dia bilang itu pemeriksaan rutin terkait serangan teror di Oslo," ujar saksi mata tersebut. Setelah itu pria tersebut menembak membabi-buta ke orang-orang di perkemahan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang peserta kemping tersebut, Elise juga menuturkan bahwa ketika dirinya mendengar suara tembakan, dia melihat seorang perwira polisi. Melihat itu, Elise pun merasa aman. Namun ternyata, pria yang dikira polisi itu kemudian menembaki orang-orang di depan mata Elise.
"Saya melihat banyak orang tewas," kata gadis itu. "Dia pertama menembak orang-orang di pulau. Setelah itu dia mulai menembaki orang-orang di air," ujarnya.
Dikatakan Elise, dirinya saat itu bersembunyi di belakang batu yang sama tempat pelaku sedang berdiri. "Saya bisa mendengar nafasnya dari atas batu," tutur remaja berumur 15 tahun itu.
Sedikitnya 80 orang tewas dalam aksi penembakan brutal di pulau tersebut. Penembakan itu terjadi setelah ledakan bom yang mengguncang Oslo, ibukota Norwegia. Tujuh orang dilaporkan tewas dalam pengeboman itu.
(ita/ita)











































