James Murdoch Dituding Sesatkan Parlemen Inggris

James Murdoch Dituding Sesatkan Parlemen Inggris

- detikNews
Jumat, 22 Jul 2011 11:32 WIB
James Murdoch Dituding Sesatkan Parlemen Inggris
London - Anak raja media Rupert Murdoch, James Murdoch, dituding menyesatkan Parlemen Inggris. James mengatakan tidak tahu hal penyadapan yang dilakukan reporter News of The World (NoTW). Namun dua mantan karyawan senior NoTW membantah pernyataan James itu.

Di hadapan Parlemen Inggris pada Selasa (19/7/2011) lalu, James mengatakan tidak mengetahui adanya bukti yang menunjukkan ia menyetujui adanya pembayaran pada Gordon Taylor, pimpinan eksekutif Professional Footballers' Association (PFA).

Taylor menuntut NoTW karena melanggar privasi atas penyadapan yang dilakukan NoTW pada telepon selularnya. Hal tersebut terlihat dari transkrip yang berhasil diretas oleh detektif swasta Glenn Mulclaire yang bertajuk 'Hello, this is a transcript for Neville', yang tenar dengan email 'for Neville'. Email itu diserahkan polisi pada pengacara Taylor.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Neville, nama itu merujuk pada pimpinan reporter NoTW Neville Thurlbeck yang mengindikasikan Neville terlibat malpraktek jurnalisme. Saat itu, NoTW mengklaim penyadapan itu hanya dilakukan seorang reporter, Clive Goodman, mantan editor senior yang akhirnya dipenjara pada tahun 2007.

Apa isi email itu? Perihal penyelesaian di luar pengadilan dengan Taylor yang diperkirakan senilai 600 ribu Pounds atau Rp 8,3 miliar!

Nah, James mengatakan pada anggota Parlemen dari Partai Buruh Tom Watson, dirinya 'tidak sadar' saat meneken email pembayaran itu pada Taylor.

Saat itu Watson bertanya pada James, "Ketika Anda meneken pembayaran pada Taylor, apakah Anda melihat atau sadar bahwa email Neville itu, transkrip dari pesan suara?".

"Tidak, saya tidak menyadari saat itu," jawab James, yang lantas menambahkan, "Ada alasan untuk menyelesaikan kasus ini (Taylor), dibandingkan dengan efek kehilangan dan kerusakannya, kami telah menerima nasihat apa yang akan dilakukan".

Pernyataan James itu dibantah dua saksi yaitu mantan editor NoTW Colin Myler dan mantan manajer legal News International Tom Crone yang mundur pekan lalu.

Myler dan Crone kompak mengatakan, "Kami ingin menunjukkan bahwa ingatan James Murdoch saat menyetujui perjanjian dengan perkara Gordon Taylor adalah keliru,".

"Kita yang memberitahunya (James) tentang email 'for Neville' yang dibuat untuk kita oleh pengacara Gordon Taylor," jelas mereka seperti dilansir AFP, Jumat (22/7/2011).

Mendengar bantahan mantan anak buahnya ini, James pun bersikukuh atas pendiriannya di depan salah satu Komite di Parlemen Inggris. Namun pimpinan Komite, John Whittingdale mengatakan akan bertanya ke James untuk menjelaskan perbedaan ini dalam satu pekan.

"Saya yakin, akan ada konflik antara apa yang Colin Myler katakan dan apa yang dia katakan, kami akan menanyakannya," jelas Whittingdale.

(nwk/fay)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads