Seperti dilansir media lokal setempat, latimes.com, Kamis, (21/7/2011), dengan aturan yang ditetapkan hari Rabu waktu setempat (Kamis waktu Indonesia), memungkinkan para korban pelecehan untuk menuntut pelaku di pengadilan tanpa menunggu proses pidana.
Mendapat aturan ini, puluhan pengguna sepeda berkumpul di City Hall pada Rabu untuk merayakan UU tersebut. Mereka juga berbagi cerita pelecehan yang dialaminya seperti pengendara mobil yang melempari mereka dengan barang, berteriak dengan kata-kata kasar dan mencoba untuk mengusir dari jalan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Presiden Liga Sepeda AS, Andy Clarke, tidak ada kota lain yang menawarkan sebuah kesetaraan bagi warga sipil untuk pengguna sepeda di jalan. "Ini sebuah langkah terobosan," katanya.
Anggota parlemen LA juga telah berkampanye menggunakan sepeda ramah berlalu lintas dalam 2 tahun terakhir sehingga menarik perhatian masyarakat AS.
Menurut Dewan Kota LA, Bill Rosendahl, ia menjadi kuasa hukum bagi dua pengendara sepeda yang menabrak kendaraan pribadi di depannya karena mengerem mendadak pada 2008. Para pengendara mobil pribadi tersebut dihukum dengan banyak tuduhan, termasuk penyerangan dengan senjata mematikan.
Adapun menurut pengacara setempat, Ross Hirsch, potensi kompensasi kasus dari masalah ini sangat tinggi. Sehingga membuat para pengacara dapat klien dari kasus ini.
(asp/her)











































