Desakan tersebut disampaikan organisasi HAM, Human Rights Watch (HRW) yang berbasis di New York, AS.
Hillary rencananya akan tiba di Denpasar, Bali pada Kamis, 21 Juli besok untuk menghadiri pertemuan dengan para pemimpin ASEAN.
"Hubungan militer AS yang lebih erat dengan Indonesia merupakan hadiah atas membaiknya perilaku tentara-tentara Indonesia, namun satu tahun setelahnya kejahatan-kejahatan oleh militer tetap belum dihukum," kata wakil direktur Asia HRW Elaine Pearson dalam rilis persnya.
Tahun 2010 lalu, AS mencabut larangan kontak militer AS dengan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) yang telah berlangsung 12 tahun.
"Ini kesempatan penting bagi Clinton untuk bicara secara terbuka tentang perlunya ketulusan reformasi militer," imbuh Pearson seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (20/7/2011).
HRW juga mendesak Hillary untuk membahas isu kebebasan berekspresi dan hak-hak minoritas beragama seperti sekte Ahmadiyah.
(ita/nrl)











































